Soe Hok Gie (2)

Kalau kau tak sanggup menjadi beringin yang tegak di puncak bukit

Jadilah saja belukan

Tapi belukan terbaik yang tumbuh di tepi danau

Kalau kau tak sanggup menjadi belukan

Jadilah saja rumput

Tapi rumput yang memperkuat tanggul pinggiran jalan

Tidak semua jadi kapten

Tentu harus ada awak kapalnya

Bukan besar kecilnya tugas yang menjadikan tinggi rendahnya nilai dirimu

Jadilah saja dirimu, sebaik-baiknya dirimu sendiri

(Soe Hok Gie)

Category: poems  Tags: ,  Leave a Comment

Memulai Menulis

” Tak ada resep yang lebih baik untuk menjadi seorang penulis, kecuali dengan menulis sekarang juga. Apapun jadinya, buatlah tulisan secara spontan. Kalau memang harus melompat-lompat, biarlah melompat-lompat. Boleh jadi akan menjadi lompatan yang indah, Tulislah sekarang juga! Apapun yang terlintas dalam pikiran. Jangan menoleh ke belakang sebelum selesai satu tulisan. Jangan sibuk memperbaiki kalau tulisan belum selesai. Revisi itu setelah tulisan jadi”. (Moh.Fauzil Adhim, 2005:53)

Itulah sepenggal paragraf yang saya temukan dalam buku Menembus Koran karya Bramma Aji Putra. Buku dengan ukuran kecil yang menurut saya sangat menarik. Tampilan cover nya pun layaknya sebuah koran Ibu Kota. Buku ini menjelaskan tentang cara jitu menulis artikel layak jual. Tak hanya itu, si penulis sendiri melampirkan berbagai rubrik mahasiswa yang ada di berbagai koran, lengkap dengan syarat-syarat dan honor yang akan di dapat jika berhasil menembus koran tersebut.

Sebuah buku dengan artikulasi bahasa yang menarik, santai, dan nyeleneh. Terkadang si penulis melakukan repetition, mengulang kalimat-kalimat beberapa kali yang sebelumnya sudah ditulis di halaman-halaman sebelumnya. Namun hal tersebut tidak mengurangi ketertarikan saya membaca buku tersebut.

Berikut petikan menarik yang saya ambil dari halaman pertama buku tersebut, yang membuat saya sedikit tersentak sebagai seorang mahasiswa.

“Seorang teman menyebut bahwa ada tiga ‘kejahatan’ utama yang tidak layak dilakukan kalangan mahasiswa, atau siapapun yang mengaku dirinya makhluk intelektual bernama mahasiswa. Sebagai agen perubahan sosial, tak layak jika mahasiswa melakukan tiga kejahatan tadi. Apa saja tiga kejahatan yang dimaksud?

Dengan mimik serius, kawan tadi berujar, tiga kejahatan yang tak layak dilakukan mahasiswa adalah: tidak suka membaca, tidak senang berdiskusi, dan tidak hobi menulis”

Bahkan Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Qalam (68) ayat 1: “Nun. Demi pena dan apa yang mereka tuliskan”.

So kawan-kawan, mulai lah menulis. Sekarang. Saat ini juga!!

Mandalawangi – Pangrango

mandalawangi

oleh : Soe Hok Gie

Senja ini, ketika matahari turun kedalam jurang-jurangmu
aku datang kembali
kedalam ribaanmu, dalam sepimu dan dalam dinginmu
walaupun setiap orang berbicara tentang manfaat dan guna
aku bicara padamu tentang cinta dan keindahan
dan aku terima kau dalam keberadaanmu
seperti kau terima daku

aku cinta padamu, Pangrango yang dingin dan sepi
sungaimu adalah nyanyian keabadian tentang tiada
hutanmu adalah misteri segala
cintamu dan cintaku adalah kebisuan semesta

malam itu ketika dingin dan kebisuan menyelimuti Mandalawangi Kau datang kembali
Dan bicara padaku tentang kehampaan semua

“hidup adalah soal keberanian, menghadapi yang tanda tanya “tanpa kita mengerti, tanpa kita bisa menawar
‘terimalah dan hadapilah

dan antara ransel2 kosong dan api unggun yang membara
aku terima ini semua
melampaui batas2 hutanmu, melampaui batas2 jurangmu

aku cinta padamu Pangrango
karena aku cinta pada keberanian hidup